Politik

Natal Telah Usai, Tenda-Tenda Untuk Ibadah Jemaat Kristen Dibongkar

RepublikHotNews – Jemaat Kristen yang tinggal di Acek di desak oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk segera membongkar tenda-tenda yang didirikan sebagai tempat ibadah menjelang Natal lalu.

Azmi, Sekertaris Daerah Kabupate Aceh Singkil mengatakan, tenda-tenda itu memang dibuat hanya untuk keperluan ibadah selama Natal.

“Menjelang Natal, mereka meminta izin kepada bupati dan gubernur, dengan catatan, setelah Natal tenda-tenda dibongkar lagi,” katanya.

Pendirian sejumlah tenda dilakukan jemaat setelah pada Agustus tahun lalu, massa di Aceh Singkil membakar Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) di Desa Mandumpang, menewaskan satu orang dan memaksa ribuan orang Kristen melarikan diri.

Pada Oktober, pihak berwenang setempat merobohkan sembilan gereja lainnya – termasuk dua kapel stasi Katolik – yang tidak memiliki IMB.

Karena itu, menjelang Natal, agar tetap bisa beribadah, jemaat membangun tenda-tenda beratap terpal, dengan tempat duduk dari papan.

Desakaan pembongkaran tenda-tenda itu, klaim Azmi dilakukan demi menghindari kesan bahwa umat Muslim menindas kaum Kristen.

“Kami tidak mau dianggap menekan mereka. Nanti dibilang, ‘tega sekali biarkan umat Kristen ibadah di tenda’. Silakan berdoa di rumah ibadah yang saat ini masih ada,” katanya.

Ia menjelaskan, pembongkaran tenda juga diminta dilakukan oleh jemaat sendiri.

“Bukan pemerintah yang memaksa. Jadi, kita bermain dengan aturan saja. Kalau tidak sesuai aturan, mesti dibongkar,” katanya.

Ia mengatakan, kebijakan itu juga merupakan upaya antisipasi agar tidak menimbulkan kemarahan di kalangan kaum Muslim.

“Bisa saja kasih izin agar tenda tetap didirikan, tapi kalau nanti ada kepala melayang, pertumpahan darah, siapa yang bertanggung jawab. Kita tidak mau ada lagi kekerasan,” jelasnya.

Pernyataan Azmi senada dengan Daud Pakeh, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh.

“Jika tenda-tenda itu dipertahankan, itu sama dengan memicu konflik lagi,” katanya.

Kalau mau ibadah, kata dia, silakan ke gereja-gereja terdekat.

Ia menjelaskan, saat ini gereja-gereja di Aceh sedang dalam tahap pengurusan izin. “Silakan siapakan dokumen, supaya gereja legal dan umat tenang,” kata Daud.

Pemerintah mengklaim, upaya pembokaran tenda-tenda ini tidak bermaksud menekan umat Kristen.

Azmi menjelaskan bahwa mereka adalah saudara. Sama-sama dilahirkan di negeri ini, hanya beda keyakinan. Namun, kalau mau beribadah, harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Facebook Comments
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co