aa nusa2
Jakarta

Ahok Bersekutu Dengan Rakyat , Kearoganan Partai Politik Segera Tamat

RepublikHotNews – Rakyat mana di negeri ini yang tak gregetan terhadap wakilnya sendiri di Gedung DPR atau DPRD?

Hampir semuanya muak. Kecuali para pengurus partai politik itu sendiri. Kenapa? Karena rakyat melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana tingkah polah para wakilnya yang terkadang kebanyakan vitamin itu. Karena rakyat merasakan dengan hati nurani bersihnya, kalau para anggota dewan itu tak pernah memperlihatkan kehormatannya.

Kemuakan-kemuakan yang terus dipupuk oleh para politisi kini sudah mulai berbuah di Pilkada DKI Jakarta.

Ahok muncul sebagai pendekar yang diharapkan bisa menjawab kemuakan rakyat pada partai politik.

Rakyat ingin mengakhiri politik busuk itu dengan politik bersih yang bernurani. Dan DKI Jakarta akan sebagai laboratorium dan ujicoba.

Jika Ahok dengan tanpa partai politik mampu menang, maka rakyat daerah-daerah lain pasti akan terpengaruh.

Mereka juga akan bersekutu untuk memalu balikkan para wakilnya yang bertahun-tahun sudah mempermalukan rakyat dengan bangganya.

Ahok tak mau dipolitiki oleh para politikus busuk. Ahok sudah berpengalaman dengan Golkar dan Gerindra yang ketika dia ada di dalamnya maka dia akan dikurung dalam etika santun tapi busuk dalam politik.

Sehingga keputusan untuk meninggalkan PDIP yang berlagu hendak mengatur dan menundukkan siapa pun di bawah ketiaknya sudah selayaknya diacungi jempol.

Para politikus memang semakin khawatir. Dan yang paling bersuara adalah PDIP. Karena dia yang paling bingung saat ini. Mendukung Ahok salah, tidak mendukung Ahok akan lebih salah lagi.

PDIP memang sudah biasa terlambat dalam mengambil keputusan. Mungkin karena terlalu bergantung hanya pada satru figur belaka.

Nasdem sendiri menyadari akan gelombang deparpolisasi dan Jakarta memang bisa menjadi barometernya.

Kalau PDIP berupaya melawan deparpolisi sambil memunafikkan dirinya seolah-olah dirinya masih bagus padahal rakyat sudah memuakinya, sedangkan Nasdem langsung mendukung Ahok dan sambil terus berkaca mengapa deparpolisasi menjadi sangat laku di ibukota negeri ini.

Deparpolisasi memang menjadi wajar. Bukan rakyat tak percaya partai politik. Justru partai politik yang tak pernah bisa dipercaya.

Sudah begitu lama rakyat negeri ini bersabar, tapi politikus-politikus itu tak juga mau peduli apalagi mawas diri.

Bahkan rakyat yang selalu dikatakan sebagai tak tahu apa-apa tentang politik busuk mereka. Masa depan partai politik akan semakin tergantung pada tingksah polah politikus di depan rakyat.

Lihat saja, bagaimana komisi 3 dpr (maaf pakai huruf kecil aja) yang hendak memanggil Ahok dalam persoalan Sumber Waras dan Kalijodo.

Kalau dpr bisa panggil siapa saja tanpa peduli etika maka suatu saat jangan-jangan tukang sayur di pasar pun akan di panggil.

Kalau di Jakarta, sudah ada dprd, kenapa dpr masih cawe-cawe? Ini hnya salah satu contoh bagaimana sikap politikus dan pengurus partai politik sedang menghancurkan partai politik itu sendiri. Tapi, apa parpol menyadarinya?

Facebook Comments
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co