Tips

Rokok Elektrik Lebih Aman Dibanding Rokok Bertembakau?

RepublikHotNews – Rokok tembakau sudah diketahui memiliki efek buruk bagi kesehatan. Lalu, bagaimana dengan rokok elektrik?

Dokter dan peneliti rokok elektrik sejak 2011, Konstantinos Farsalinos, mengemukakan aneka riset sudah membuktikan, risiko bahaya rokok elektrik jauh lebih rendah daripada rokok tembakau.

“Yang kontra terhadap rokok elektrik mengatakan risikonya lebih rendah sekitar 50 persen, padahal itu juga angka yang signifikan, sementara yang pro mengatakan 95 persen lebih rendah dari rokok tembakau,” kata Konstantinos dalam The 1st Asia Harm Reduction Forum di Jakarta, ditulis Jumat (10/11/2017).

Konstantinos mencontohkan salah satu studi pada perokok tembakau yang beralih ke rokok elektrik. Setelah penggunaan rokok elektrik dua tahun rupanya ada perbaikan pada kondisi asmanya.

Selain itu, ada juga studi untuk membandingkan tekanan darah saat menjadi perokok tembakau dan elektrik. Setelah satu tahun penggunaan rokok elektrik menjadi lebih baik.

Dalam penelitiannya sendiri, pria yang juga dokter spesialis jantung ini mengatakan produk alternatif tembakau ini rupanya mampu bermanfaat menyelamatkan jutaan orang. Dalam studi pada 2014 itu, dia mencari tahu mengenai efek sitotoksik pada uap rokok elektronik terhadap sel otak dan efek langsung pada fungsi jantung dan sirkulasi koroner.

“Hasilnya efek yang ditimbulkan rokok elektrik jauh lebih rendah risikonya dibanding efek dari asap rokok,” paparnya.

Hal ini terjadi karena metode pembakaran pada rokok tembakau. Saat seseorang menyalakan rokok tembakau itu bisa mencapai 800 derajat Celcius, sementara rokok elektrik hanya 18-=200 derajat Celcius.

“Pada saat rokok dibakar, dia memulai proses yang jauh lebih berbahaya. Terjadi inflamasi di mulut lalu dihirup sistem pernapasan manusia,” tuturnya. Mengapa risiko rokok elektrik lebih rendah dari tembakau?

Dalam penelitiannya sendiri, pria yang juga dokter spesialis jantung ini mengatakan produk alternatif tembakau ini rupanya mampu bermanfaat menyelamatkan jutaan orang. Dalam studi pada 2014 itu, dia mencari tahu mengenai efek sitotoksik pada uap rokok elektronik terhadap sel otak dan efek langsung pada fungsi jantung dan sirkulasi koroner.

“Hasilnya efek yang ditimbulkan rokok elektrik jauh lebih rendah risikonya dibanding efek dari asap rokok,” paparnya.

Hal ini terjadi karena metode pembakaran pada rokok tembakau. Saat seseorang menyalakan rokok tembakau itu bisa mencapai 800 derajat Celcius, sementara rokok elektrik hanya 18-=200 derajat Celcius.

“Pada saat rokok dibakar, dia memulai proses yang jauh lebih berbahaya. Terjadi inflamasi di mulut lalu dihirup sistem pernapasan manusia,” tuturnya. Mengapa risiko rokok elektrik lebih rendah dari tembakau?

Facebook Comments
To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co