Internasional

Duterte Jengkel PM Kanada Tanya Perang Nakorba Filipina

RepublikHotNews – Presiden Filipina Rodrigo Duterte jengkel setelah Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mengajukan pertanyaan tentang perang melawan narkoba yang kontroversial. Pertanyaan itu diajukan di puncak KTT ASEAN di Manila, kemarin.

Pada sebuah konferensi pers Duterte ditanya bagaimana tanggapannya terhadap pertanyaan PM Kanada yang mengangkat isu hak asasi manusia dan pembunuhan di luar hukum terkait perang melawan narkoba yang dia kobarkan.

”Saya bilang saya tidak akan menjelaskannya. Ini adalah penghinaan pribadi dan resmi,” katanya dalam sebuah jawaban yang bertele-tele, meskipun dia tidak merujuk langsung nama Trudeau.

”Saya hanya menjawab orang Filipina. Saya tidak akan menjawab omong kosong lain, terutama orang asing. Hentikan,” kesal pemimpin berjuluk “The Punisher” atau “Penghukum” ini, seperti dikutip The Guardian, Rabu (15/11/2017).

Sebelumnya pada hari yang sama, Trudeau mengatakan pada sebuah konferensi pers tentang pertemuannya dengan Duterte. ”Presiden menerima komentar saya dan itu terjadi di sebuah pertemanan yang sangat ramah dan positif,” klaim Trudeau.

Para aktivis hak asasi manusia telah berharap bahwa para pemimpin dunia yang ikut menghadiri puncak KTT ASEAN, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, akan mengangkat isu ribuan orang yang terbunuh dalam perang melawan narkoba yang diluncurkan oleh Duterte setelah dia menjabat presiden pertengahan 2016.

Pemerintah Duterte telah menegaskan bahwa polisi sebagai pelaksana perang melawan narkoba bertindak untuk membela diri selama penangkapan para bandar dan pengguna narkoba. Namun, para kritikus mengatakan bahwa pembunuhan yang sedang terjadi tanpa pertanggungjawaban.

Dalam pertemuan dengan Duterte pada hari Senin, Trump tidak memberikan tekanan mengenai perang melawan narkoba. Keduanya justru saling memuji memiliki “hubungan baik”.

Facebook Comments
To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co