Internasional

Paksa Para Perawat Perempuan Menari Erotis, RS Korsel Diselidiki

RepublikHotNews – Sebuah rumah sakit (RS) di Korea Selatan sedang diselidiki setelah memaksa para perawat perempuannya melakukan tarian erotis di depan pejabat tinggi rumah sakit di sebuah acara formal. Penyelidikan diluncurkan oleh Kementerian Tenaga Kerja.

Aksi para perawat itu direkam dan videonya menyebar secara online. Rekaman video yang menunjukkan sekelompok wanita berpakaian minim menari di atas panggung tersebut memicu kemarahan publik.

Perawat di Sacred Heart Hospital of Hallym University mengklaim bahwa mereka dipaksa untuk ambil bagian dalam tarian erotis di depan lebih dari 1.000 rekan kerja dan pejabat dalam sebuah kompetisi olahraga tahunan bulan Oktober lalu.

Rekaman itu diupload oleh whistleblower ke Facebook. Menurut pengunggah video, kejadian itu bukan yang pertama kalinya terjadi.

Asosiasi Perawat Korea Selatan juga mengonfirmasi tindakan pemaksaan tersebut. ”Mereka yang dipaksa menari biasanya adalah perawat yang baru saja dipekerjakan, yang tidak dapat menolak perintah tersebut. Kami dipaksa untuk menari di depan pejabat tinggi perusahaan yang duduk berdampingan, di meja panjang,” kata aosiasi tersebut seperti dilansir Korea Times, Rabu (15/11/2017).

Salah seorang perawat melalui media sosial mengklaim bahwa rekan-rekannya didorong untuk membuat wajah yang sugestif secara seksual saat melakukan tarian.

”Selama latihan, para manajer di Departemen Perawat akan memberikan instruksi untuk membuat gerak tubuh dan ekspresi wajah yang menggoda,” tulis seorang perawat.

“Beberapa perawat bahkan menangis untuk mengungkapkan penghinaan ekstrem, namun para pejabat akan selalu menyepelekan ini, dengan mengatakan bahwa mereka membuat kesepakatan besar dari sesuatu yang dilakukan setiap orang,” tulis perawat lainnya.

Menurut Asosiasi Perawat Korea Selatan pemaksaan itu merupakan beban berat. “Ini adalah tantangan berat untuk harga diri perawat,” bunyi pernyataan asosiasi tersebut.

”Ada banyak perawat yang menanggung beban kerja yang berat, gaji rendah dan sering lembur dengan rasa tanggung jawab. Dengan mempertimbangkan hal ini, skandal itu memfitnah dan menyinggung para perawat ini,” lanjut pernyataan asosiasi.

Kementerian Tenaga Kerja setempat membenarkan adanya penyelidikan terhadap rumah sakit tersebut.

“Jika kita menemukan masalah hukum, kita akan memanggil pejabat rumah sakit yang bertanggung jawab,” kata kementerian itu melalui seorang juru bicara.

Facebook Comments
To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co