Cerita HOT

GODAAN BU GURU SEKSI YANG SUKA MELIRIK NAKAL PADAKU

RepublikHotNews – Aku Dodi, aku bersekolah yang letaknya jauh dari kota, aku kalau berangkat kesekolah naik angkutan yang biasanya ngetem di pinggiran gang masuk rumahku, pada itu aku mempunyai kisah nyata yaitu aku bertemu guru perawan. Saat waktunya istirahat sekolah aku dan teman temanku istirahat di kantin langganan aku, disaat itu kami berbarengan dengan guruku panggil saja bu , bodynya langsing, bibirnya tipis, dan toket gede, saat itu kami sedang makan bersama dikantin tersebut.

Bu Nanik adalah guru kelasku yang mengajar tentang bahasa inggris, aku termasuk anak kesayangan Bu Nanik karena disaat ulangan nilaiku selalu baik, saat di dalam kelas dan waktu mengajar Bu Nanik kadang aku lihat selalu melirik nakal ke arahku dengan menjilat bibirnya, kadang membuka roknya sedikit memang sengaja mungkin agar kau bisa melihat dalemanya.

Dan terkadang saya selalu salah tingkah di buatnya (maklum masih perjaka!!!!), dan kelakuannya hanya aku saja yang tahu. Saat istirahat tiba aku di panggil ke kantor oleh ibu itu, dan saat itu aku di suruh mengikutinya dari belakang.

Jarak kami terlalu dekat sehingga saat aku berjalan terlalu cepat sampai-sampai tangan iBu Nanik tersentuh penisku (karena Bu Nanik kalau berjalan sering melenggangkan tangannya) yang saat itu sedang tegang akibat tingkahnya di kelas. Namun reaksi iBu Nanik hanya tersenyum dan wajahnya sedikit memerah. Sampai saat aku pulang menaiki bus jemputan kami. Aku dan temanku duduk paling belakang, sedangkan Bu Nanik duduk di kursi deretan paling depan.

Saat semua teman-temanku sudah turun semua (saat itu tinggal aku, Bu Nanik dan supirnya) Bu Nanik melirik nakal ke arahku, dan tiba-tiba ia langsung pindah duduknya di sebelahku, dia duduk paling pojok dekat dinding, dan dia menyuruhku pindah di sebelahnya, dan aku pun menanggapi ajakannya.

Saat itu dia meminjan handphoneku, katanya dia mau beli hp yang mirip punyaku (Nokia tipe 6600) entah alasan atau apalah. Saat dia memegang hpku, tiba-tiba hpku berbunyi, dan deringan hpku saat itu berbunyi desahan wanita saat di kentot.

“Aaaahhhhh……. ahhhhshhhhshshh…. ooooo…. oooohhhhhh” dan seterusnya ternyata temanku yang menelepon. Tanpa basa basi Bu Nanik bilang… “Apa ngga ada yang lebih hot, ibu mau dong”. dengan nada berbisik. Yang membuatku nafsu. “Jangan malu-malu tunjukin aja ama ibu…”

Saat itu kupasang earphone dan langsung aku perlihatkan rekaman video porno yang ku dapat dari temanku. Tanpa aku sadari Bu Nanik meraba kontolku yang saat itu sedang tegang-tegangnya, dan dia terkejut, “Wooow besar sekali anu mu…” Padahal aku punya ngga gede-gede amat, panjangnya 15 cm dan diameternya 2.3 cm aja yaaa standart lahhhh.

Dan terjadilah percakapan antara aku dan Bu Nanik. Saat itu dia berbisik padaku… “Aku masih perawan looo……” diiringi dengan desahan. Lalu jawabku “Oh yaaa, saya juga masih perjaka bu…” “Jadi klo gitu kita pertemukan saja antara perjaka dan perawan, pasti nikmat”.

Tanpa basa basi lagi. “Ngga ah bu, saya ngga berani!!” “Ayolah… (dengan nada memelas)” “Tapi di mana bu?” tanyaku! “Di hotel aja biar aman” “Tapi saya ngga punya uang bu” “Ngga apa-apa ibu yang bayarin!!!” Dan saat tiba di kamar hotel ibu itupun langsung beraksi tanpa basa basi lagi.

Bu Nanik melucuti bajunya satu persatu sambil di iringi dengan desahan yang pertama ia lepaskan adalah jilbab yang menutupi kepalanya, lalu baju, kemudian rok panjangnya dan tibalah saat ia melepaskan BHnya, yang kulihat saat itu adalah toket Bu Nanik yang putih mulus (mungkin karena sering di tutupi kalleeee) dan putingnya yang masih merah dan pada saat ia mau melepaskan celana dalamnya. “Mau bantuin ngga…..” tanya Bu Nanik kepadaku.

Lalu hanya kujawab dengan mengangguk saja tanpa basa basi juga, aku mulai melepaskan celana dalamnya yang berwarna putih tipis yang kulihat saat itu adalah jembut tipis saja, lalu aku mulai menyandarkannya di dinding kamar sambil kujilati.

Dan timbullah suara desahan yang membuat tegang kontolku. “Aah… ahh….. ahhhshhh… terruusss……. ohhh…… yeahhh……. ooohhhh……. au….. udahh dong ibu ngga tahan lagi…. ooohhhh….. yeah….. o..o… oo…. ohhhh…” Tanpa ku sadari ada cairan yang membasahi wajahku.

Cairan putih ituku hisap dan kutumpahkan ke dalam mulutnya, ternyata Bu Nanik suka. “Mau lagi donggg……….” lalu aku kembali menghisap pepek Bu Nanik yang basah dan licin kuat-kuat… “Aaahhhh…. ahhh… aarrgghh…… uh..uh… uh…uh… ouuu….. yeah….. dan di sela teriakan kerasnya muncrat lagi cairan putih kental itu dengan lajunya.

“Crroot…. crooot…..” di saat dia terbaring lemas aku menindih badan Bu Nanik dan selangkangannya kubuka lebar-lebar, lalu aku mencoba memasukkan kontolku ke dalam pepeknya Bu Nanik dan yang terjadi malah ngga bisa karena sempit.

Saat kutekan kepala kontolku sudah masuk setengah dan ibu itu berteriak. “Ahhhh…. ahhhhhhhhh….. ahhhhh………, sakitttt.. ahhh… pelan-pelan dong…” Seakan tak perduli kutekan lagi. Kali ini agak dalam ternyata seperti ada yang membatasi. ku tekan kuat-kuat. “Ahhhhhh…… aaaaaa……. aaaauuuuu…… sakit…. ohh…. oh….. ooghhhhhh…” aku paksakan saja… akhirnya tembus juga.

“Aahhhhhhhhhh……….. aaaahhhhhh….. sakitttttttt…..” Bu Nanik berteriak keras sekali. Sambil kudorong kontolku maju mundur pelan dan kupercepat goyanganku. “Aaahhhhh…… auhhhhhh….. u.h…. u.u.. hh… a…. u.. u…… hhhhh.hhhh… Dia terus menjerit kesakitan, dan sekitar 20 kali goyanganku aku terasa seperti mau keluar. Lalu aku arahkan kontolku ke mulutnya dan….

Croot……… crroootttt…… sekitar 5 kali muncrat mulut Bu Nanik telah di penuhi oleh spermaku yang berwarna putih kental (maklum udah 2 minggu ngga ngocok). Selang beberapa menit aku baru menyadari kalau pepek Bu Nanik mengeluarkan cairan seperti darah. Lalu iBu Nanik cepat-cepat ke kamar mandi. Setalah keluar dari kamar mandi Bu Nanik langsung menyepong kontolku sambil tiduran di lantai.

Ternyata walaupun perawan Bu Nanik pandai sekali berpose. Lalu ku pegang pinggul Bu Nanik dan mengarahkan ke posisi menungging. Lalu aku arahkan kontolku ke pepek Bu Nanik, lalu ku genjot lagi…. “Oohhh….. oh……. o….. h.h.h.h.hh.. h.hhhhh…… hhhhhh.. hhhhh… yeahhhhh oouu…. yesssss….. ooohhhhh… yeahhhhh…”

Saat aku sudah mulai bosan ku cabut kontolku lalu ku arah kan ke buritnya “Sakit ngga…..” tanya Bu Nanik. “Paling dikit bu…..” jawabku sambil aku mencoba memasukkan tetapi ngga bisa karena terlalu sempit. “Ngga apa-apa kok kan masih ada pepekku mau lagi nggaaaa…..” tanya Bu Nanik.

Lalu kukentot lagi pepeknya tapi sekarang beda waktu aku memasukkan kontolku ke dalam, baru sedikit saja sudah di telan oleh pepeknya. Ternyata pepek Bu Nanik mirip dengan lumpur hidup. Aku mengarahkan kontolku lagi . “Aahhh… ahhh… ahhh…. ahh…. oooouuuhh….. yeah… ou…. ou… ohhhhhh… dan saat sekitar 15 kali goyanganku Bu Nanik melepaskan kontolku. “Aku mau keluar….”

“Aku juga bu…., kita keluarin di dalem aja buu…” “Iya deeh” jawabnya. Lalu kumasukkan lagi kontolku kali ini aku menusuknya kuat-kuat. “Aaaahhhh……. ahhhh………. aaaahhhhhh. ooooouuuuuuhh…..” saat teriakan panjang itu aku menyemprotkan spermaku ke dalam pepeknya.

Crroooot…. crootttt… aku mendengar kata- katanya. “Nikmat sekali…….” Dan aku pun tidur sampai pagi dengan menancapkan kontolku di dalam pepeknya dengan posisi berhadapan ke samping. END

Facebook Comments
To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co