Internasional

Penyedia Aplikasi Fitness Tracking Ekspos Basis Militer AS di Dunia

RepublikHotNews – Militer Amerika Serikat (AS) bisa berada dalam bahaya setelah lokasi pangkalan di sejumlah negara di dunia secara tak sengaja dieskpos penyedia aplikasi fitness tracking untuk promosi. Jika tentara AS menggunakan aplikasi pelacakan joging maka bisa terancam karena keberadaanya mudah diketahui.

Data lokasi basis militer AS di berbagai negara itu tak sengaja diterbitkan oleh Starva, perusahaan yang sedang promosi produk aplikasi fitness tracking.

Aplikasi perusahaan itu memungkinkan orang untuk melacak latihan penggunanya dan membagikannya secara online. Pada bulan November, perusahaan tersebut merilis serangkaian peta visualisasi data online yang menunjukkan semua aktivitas yang dilacak pengguna aplikasi antara 2015 dan September 2017.

Lokasi rahasia basis militer AS di luar negeri yang diekspose Starva antara lain di Afghanistan, Djibouti, Suriah, Irak dan beberapa negara-negara Timur Tengah lain. Peta itu diekspos dengan warna latar belakang gelap.

Bagi militer, ekspos lokasi pangkalan rahasia merupakan tindakan sensitif. AS pernah marah ketika media Turki mengungkap basis rahasia militer Washington di Suriah ketika Ankara dan Washington berseteru beberapa waktu lalu.

Nathan Ruser, seorang analis dari Institute for United Conflict Analysts, mengatakan peta yang diekspos Starva memang terlihat cantik. ”Mereka memasukkan pangkalan militer AS yang dapat dikenali dengan jelas dan dapat dipetakan,” tulis dia di Twitter melalui akun @Nrg8000, yang dikutip Senin (29/1/2018).

”Jika tentara menggunakan aplikasi seperti orang normal, dengan menyalakannya pada tracking saat mereka berolahraga, itu bisa sangat berbahaya,” lanjut dia.

Ruser, 20, yang saat ini mempelajari keamanan internasional di Australian National University (ANU), berbagi sejumlah gambar yang dimaksudkan untuk mengungkapkan FOB (forward operating bases—yang biasa digunakan untuk mendukung operasi taktis) yang didirikan oleh negara-negara Barat.

Analis keamanan lainnya, Tobias Schneider juga mengomentari ekspos peta basis rahasia militer tersebut. ”Banyak orang harus kuliah melalui kuliah hari Senin pagi,” sindir dia di Twitter mengacu pada data ekspos peta.

Mantan perwira Angkatan Darat Inggris Nick Waters ikut terusik dengan paparan data peta itu. ”Rute patroli, basis patroli terisolasi, banyak barang yang bisa diubah menjadi (data) intelijen yang dapat ditindaklanjuti,” tulis dia di Twitter.

Berbicara kepada ABC, Ruser mengingat kembali apa yang dipikirkannya saat melihat gambar itu dengan cermat.

”Anda bisa melihat jalan raya pasokan utama untuk pasukan AS di Suriah, dan saya hanya ingat berpikir; ‘F**k, itu tidak baik’,” katanya.

Peta basis militer Australia juga dibeberkan dengan warna lebih terang. Baik militer AS maupun Australia belum berkomentar. Namun, menurut The Washington Post,Pentagon sedang menyelidiki masalah ini.

Facebook Comments
To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co