aa nusa2
Nasional

Cegah Hoax, Kominfo Gandeng KPU dan Bawaslu dalam Pilkada 2018

RepublikHotNews – Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Rudiantara, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, Ketua Badan Pengawas Pemilu Abhan menandatangani nota kesepahaman pencegahan berita hoax dan konten negatif menjelang kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Ketiga lembaga itu juga bekerja sama dengan beberapa platform media sosial cabang Indonesia, seperti Google, Facebook, Telegram, BBM, Line, Bigo Live, LiveMe, dan Metube.

“Hari ini menjadi momentum penangkal berita hoax dan konten negatif dalam proses pemilihan umum 2018 sampai 2019,” kata Ketua Bawaslu RI, Abhan.

Dalam kerjasama ini, Kominfo memberikan kewenangan kepada Bawaslu untuk malaporkan akun-akun yang diduga penyebar hoax dan konten negatif kepada platform terkait. Platform itu wajib untuk menutup akun yang dilaporkan itu. “Setelah penandatanganan ini, tidak ada lagi alasan bagi platform tidak men-take down akun yang dilaporkan Bawaslu,” ujar Rudiantara.

Arief mengatakan saat ini Pemilu tidak dapat dipisahkan dari internet. Dengan adanya kerjasama ini, Arief mengharapkan masyarakat dapat lebih jernih memilih dalampemilu.

General Manager BBM Indonesia, Anondo Wicaksono menyatakan siap bekerja sama dengan lembaga penyelenggra pemilu dan Kemenkominfo untuk mencegah berita hoax dan isu konten negatif. ”Kami siap menindaklanjuti laporan Bawaslu.”

Bawaslu merilis daerah-daerah yang rawan pelanggaran pemilu, juga berita hoax dan konten negatif. Beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara termasuk daerah rawan pelanggaran.

Facebook Comments
To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co