Internasional

Indonesia Dukung Australia Jadi Anggota ASEAN

RepublikHotNews – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendukung ide Australia bergabung sebagai anggota Asosiasi Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Langkah ini dapat mengubah posisi strategis Australia di Asia Pasifik. Saat ini posisi Australia sebagai mitra dialog ASEAN dan bukan anggota tetap atau anggota penuh.

Sejumlah perdana menteri (PM) Australia sebelumnya juga telah mengungkapkan ide untuk bergabung sebagai anggota penuh ASEAN tapi tidak pernah mengajukan secara resmi saat masih menjabat. Para pengamat menilai, bergabung ASEAN dapat menegaskan peran penting Australia di kawasan yang tumbuh cepat tersebut.

Pernyataan Jokowi juga menjadi yang pertama kali bagi seorang presiden RI menjabat yang mendukung ide tersebut. “Saya pikir ini ide bagus,” kata Jokowi saat menyiapkan perjalanan ke Sydney untuk konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN dan Australia.

Indonesia merupakan pemimpin ASEAN yang disegani. Itu artinya, intervensi Jokowi atas ide tersebut memiliki dampak besar. Saat wawancara khusus dengan Fairfax Media, Jokowi melontarkan keinginan Australia memainkan peran lebih besar di ASEAN dalam bidang pertahanan, perdagangan dan keamanan. Ditanya tentang Australia bergabung ASEAN, dia mendukungnya. “Karena kawasan kita akan lebih baik (untuk) stabilitas, stabilitas ekonomi dan juga stabilitas politik. Tentu, ini akan menjadi lebih baik,” papar Jokowi, dikutip The Sydney Morning Herald, Kamis (15/3/2018).

Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull merespon pernyataan Jokowi tersebut. “Saya akan melihat untuk mendiskusikan itu dengan Presiden Jokowi jika dia mengangkatnya dengan saya. Kami akan menunggu untuk diundang. Kami memperlakukan ASEAN dan sentralitas ASEAN di kawasan dengan penghormatan terbesar,” papar dia pada Fairfax Media.

Turnbull mengundang Jokowi makan malam di rumahnya menjelang KTT dua hari. Ini pertama kali Australia menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin ASEAN. “Makan malam pribadi berarti kami sangat dekat. Ini berarti ada saling menghormati,” kata Turnbull.

Jokowi menyatakan dia tidak yakin apakah keanggotaan penuh Australia di ASEAN akan didukung anggota lain dalam blok tersebut. ASEAN merupakan kelompok politik dan ekonomi di Asia Tenggara yang semakin disegani dalam 51 tahun terakhir. Dia juga menekankan kesepakatan perdagangan bebas Indonesia-Australia yang masih tertunda. “Saya akan menekan menteri-menteri saya,” tutur Jokowi.

Jokowi juga membuka kemungkinan menghidupkan kembali pakta keamanan era PM Australia Paul Keating yang menekankan hubungan dekat antara dua negara. Paul Keating telah lama mendukung keanggotaan penuh Australia di ASEAN. Menurut dia, Australia dapat memberikan skill dan kepakaran dalam kebijakan luar negeri pada blok tersebut.

“Saya selalu yakin bahwa kedekatan kita, negara tetangga terbesar merupakan salah satu yang paling melihat manfaat Australia bergabung ASEAN. Saya sangat senang mendengar Presiden Jokowi mengatakan dia juga berpendapat seperti itu,” tutur Keating. “Untuk melakukannya, dia menekankan dan mengonfirmasi keyakinan saya pada Indonesia sebagai salah satu teman terbesar kita dan sangat penting bagi kita,” kata Keating.

ASEAN memiliki kantor pusat di Indonesia sebagai anggota terbesar. Sembilan negara anggota ASEAN lainnya ialah Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Kamboja, Brunei, Vietnam, Laos dan Myanmar. Pada 2002, PM Malaysia Mahathir Mohamad ketika itu menolak upaya PM Australia John Howard untuk bergabung penuh di ASEAN.

Awal pekan lalu, mantan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa menyatakan pertanyaan keanggotaan merupakan “selingan”. Adapun mantan Sekretaris Jenderal ASEAN Rodolfo Severino menjelaskan pada 2017 bahwa Australia tidak dapat bergabung karena bukan Asia Tenggara.

Pakar Indonesia di Australian Nasional University (ANU) Dr Greg Fealy menjelaskan, “Pertanyaannya adalah apakah negara-negara ASEAN lain akan sepakat. ASEAN bekerja dengan konsensus jadi jika Anda tidak mendapat kesepakatan umum maka itu tidak akan terjadi.”

Profesor Michael Wesley dari ANU menyatakan bahwa ASEAN adalah organisasi yang membuat kesepakatan dengan konsensus tapi komentar Jokowi itu perkembangan besar. “Karena Indoensia itu negara terbesar dan pemimpin ASEAN, dia akan memiliki pekerjaan lebih sulit untuk meyakinkan negara-negara lain, Singapura dan Malaysia khususnya, bahwa Australia akan membentuk bagian berguna di ASEAN,” kata dia.

“Tren geopolitik dan ekonomi membawa Australia dan ASEAN bersama dalam cara jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Ini tak dapat dielakkan dan mungkin sedikit terlambat bahwa Australia tersadar pada pentingnya ASEAN,” ujar Profesor Wesley.

Sementara, Australia dan ASEAN menutup KTT regional itu dengan mendorong perdagangan bebas serta meningkatkan keamanan siber. Kedua pihak mendukung kesepakatan dagang multinegara dan menolak proteksionisme yang dipicu rencana Amerika Serikat (AS) menerapkan tarif baru.

“Kami sangat yakin sistem perdagangan multilateral yang bebas, terbuka dan berdasarkan aturan sebagai kunci bagi pertumbuhan dan kesejahteraan kawasan,” papar PM Singapura Lee Hsien Loong saat konferensi pers menandai berakhirnya KTT Australia dan ASEAN. Saat ini Singapura menjabat sebagai ketua bergilir ASEAN.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif pada 7 Maret untuk melindungi para produsen baja dan aluminium domestik demi keamanan nasional. AS juga akan menerapkan tarif untuk USD60 miliar nilai impor dari China, menargetkan sektor teknologi dan telekomunikasi.

Lee dan Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mendorong ASEAN mempercepat kesepakatan untuk Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional yang didukung China dan menjadi alternatif dari pakta perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP). AS mundur dari TPP tahun lalu.

“Jika kita memiliki kesepakatan yang bagus, ini akan menjadi salah satu dari yang dikatakan mitra kita pagi ini, antitesis dari proteksionisme, akan terjamin dan dibalik TPP-11 yang terus menjadi titik penunjang perdagangan terbuka dan bebas,” ujar PM Turnbull, dikutip kantor berita Reuters.

Turnbull menekankan, KTT itu digelar saat masa kritis dalam sejarah di mana pola dan skala perubahan yang terjadi belum pernah ada sebelumnya. “KTT memberi kita peluang untuk mengonfirmasi komitmen kuat Australia pada ASEAN, sentralitas ASEAN dan Australia sebagai teman segala cuaca, sekarang dan di masa depan,” papar dia.

Secara resmi, KTT itu fokus memperkuat kerja sama ekonomi antara anggota ASEAN dan Australia serta melawan ancaman militan yang kembali dari wilayah Timur Tengah. Australia menjadi tuan rumah pertemuan itu meski bukan anggota blok 10 negara tersebut. KTT itu menjadi bagian dari upaya Australia mempererat kerja sama politik dan perdagangan di kawasan yang mendapat pengaruh China semakin kuat.

Dalam pernyataan bersama sebagai kesimpulan KTT, ASEAN dan Australia menyerukan semua pihak menahan diri di Laut China Selatan. Saat ini China melakukan berbagai langkah agresif di Laut China Selatan yang membuat sejumlah negara ASEAN khawatir. “Kami menekankan pentingnya non-militerisasi dan perlunya memperkuat keyakinan dan kepercayaan bersama, melatih menahan diri dan menghindari aksi-aksi yang dapat memperumit situasi,” ungkap komunike bersama itu.

Sejumlah anggota ASEAN yakni Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Filipina juga memiliki klaim di kawasan Laut China Selatan. Saat ini Beijing membangun sejumlah pulau buatan di beberapa terumbu, lengkap dengan pelabuhan dan landasan pesawat. “Ini pertanyaan keamanan dan stabilitas di Asia Tenggara yang akan mempengaruhi semua negara ASEAN jika berjalan salah,” ujar Lee.

ASEAN juga menyerukan denuklirisasi sepenuhnya dan dapat diverifikasi di semenanjung Korea. ASEAN juga mendorong semua anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara ketat menerapkan sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Korea Utara (Korut).

Selama KTT, ASEAN dan Australia mengumumkan sejumlah langkah baru untuk kerja sama kontra-teror intelijen. Para pemimpin saling bertukar pendapat tentang cara meningkatkan kerja sama dalam isu-isu keamanan, terutama keamanan siber. Sebagai kesimpulan, mereka menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk memerangi terorisme internasional, fokus mengembangkan kemampuan menghadapi para teroris yang menggunakan teknologi untuk menyebarkan ideologi mereka.

“Sekarang sudah jauh dari mana pun saat ini terkait terorisme dan tidak satu pun dari kita dapat menghadapi ancaman ini sendirian,” tutur Turnbull yang menambahkan, hukum yang berlaku offline juga harus berlaku secara online.

Facebook Comments
To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co