aa nusa2
Internasional

Turki dan Aliansinya Kuasai Kota Afrin

RepublikHotNews – Presiden Turki Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa Kota Afrin telah dikuasai pasukan Turki dan aliansinya, Tentara Pembebasan Suriah (FSA). Hal itu setelah terjadi pertempuran selama dua bulan untuk mengamankan wilayah Turki dari serbuan milisi Kurdi.

Kemenangan Turki itu menambahkan kepercayaan diri Presiden Erdogan membentuk zona penyangga di Suriah. Hal itu sangat penting dalam mendukung pembentukan stabilitas keamanan di Turki yang berbatasan langsung dengan Suriah. Turki dan FSA melancarkan serangan ke Afrin pada 20 Januari lalu untuk menghancurkan perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) yang menguasai perbatasan. “Kota Afrin di bawah kendali kita setelah pukul 8.30 pagi ini,” kata Erdogan dalam peringatan Perang Dunia I Gallipoli, Minggu (18/3/2018), dilansir¬†Reuters.

Dia menambahkan tentara Turki dan FSA berhasil mengibarkan bendera di kota itu. Pasukan Turki kini sedang fokus membersihkan ranjau darat dan bahan peledak yang dipasang kelompok milisi Kurdi. Militer mengunggah video pusat Kota Afrin dengan tank berada di balkon sebuah gedung. Mereka membentangkan bendera Turki dan FSA. “Sebagian besar teroris telah melarikan diri dengan ekor di antara kaki mereka. Pasukan khusus kita dan anggota FSA membersihkan gedung dan perangkap yang ditinggal,” kata Erdogan.

Dia menambahkan, di pusat Afrin simbol kepercayaan dan stabilitas kini berkibar setelah terusirnya teroris. “Sebanyak 3.603 teroris telah dinetralkan di Afrin sejak operasi digelar,” ucap Erdogan.

Hal senada diungkapkan FSA. Juru bicara FSA Mohammad al-Hamadeen mengatakan, para pejuang masuk ke Kota Afrin dari utara, timur, dan barat. Mereka memasuki kota itu tanpa adanya perlawanan berarti dari milisi Kurdi. “Kota itu akan dibersihkan total dari gerilyawan Kurdi. Tidak ada pejuang YPG (Kurdi) yang bertahan di Afrin. Semuanya sudah keluar,” kata Hamadeen.

Pemantau Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengungkapkan milisi Kurdi sebenarnya membantah adanya perintah mundur. SOHR menyatakan pasukan Turki dan FSA baru menguasai setengah Kota Afrin. “Mereka masih bertempur di beberapa wilayah Minggu pagi (kemarin),” demikian keterangan SOHR.

Kemudian juru bicara Pemerintah Turki Bekir Bozdag mengungkapkan, operasi militer akan terus dilanjutkan di sekitar wilayah Afrin. Hal itu bertujuan menyediakan bantuan makanan dan medis tersedia bagi penduduk lokal. “Kita ingin melakukan lebih dari itu. Tetapi, proyek pembangunan koridor terorisme dan pembangunan negara teroris telah usia,” ujar Bozdag.

Melansir PBB, dengan kemenangan di Afrin, itu memberikan dua tujuan utama Presiden Erdogan berhasil tercapai. Erdogan sukses menyingkirkan kontrol YPG dan menyolidkan diri sebagai panglima militer yang tangguh. “Menargetkan musuh lama Turki, milisi Kurdi, bisa mempersatukan negara yang sedang terpolarisasi,” ucap Mark Lowen, koresponden¬†BBC.

Kurdi selalu dikaitkan dengan isu tentang propaganda terorisme. Namun, konflik dengan Kurdi memang menyulitkan posisi Turki dalam konteks hubungan dengan AS. Pasalnya, AS merupakan sekutu utama Kurdi. Selama ini Ankara meyakini milisi YPG di Suriah merupakan kepanjangan kelompok milisi yang berada di Turki. Sebelumnya YPG ingin menciptakan koridor teror di sepanjang perbatasan Suriah-Turki. Selama ini milisi Kurdi merupakan sekutu Amerika Serikat (AS) dalam memerangi gerilyawan negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Sebuah grup Whatsapp yang dijalankan Pasukan Demokratik Suriah Kurdi mengutuk penghancuran patung tokoh Kurdi di Afrin. “Itu adalah pelanggaran terhadap budaya dan sejarah rakyat Kurdi,” demikian klaim kelompok Kurdi tersebut.

SOHR menyatakan lebih dari 150.000 orang mengungsi meninggalkan Afrin dalam beberapa hari terakhir. Turki juga menolak seruan gencatan senjata yang diserukan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama 30 hari di seluruh Suriah. Namun, Ankara menegaskan gencatan senjata itu tidak berlaku untuk Afrin. Operasi tempur itu menghadapi kritikan dari negara Barat.

Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan Turki hanya memperhatikan masa keamanan perbatasannya. Ankara, kata Paris, mengabaikan invasi yang dilakukan ke zona Afrin. “Langkah Turki akan memperlemah aksi internasional untuk melemahkan ISIS di Suriah,” kata keterangan Prancis.

Facebook Comments
To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co