aa nusa2
Internasional

Hamas Akui 50 Anggotanya Tewas dalam Bentrokan Berdarah di Gaza

RepublikHotNews  – Seorang pejabat senior Hamas, Salah Bardawil, mengakui bahwa puluhan demonstran yang dibunuh oleh tentara Israel di Jalur Gaza adalah anggota kelompok militan tersebut.

Bardawil mengatakan 50 dari demonstran yang tewas dalam kekerasan pada hari Senin lalu adalah anggotanya. Namun ia tidak mengungkapkan peran para korban di organisasinya, seperti apakah mereka anggota sayap bersenjata Hamas atau bukan.

“Dalam insiden demonstrasi terakhir 62 orang menjadi martir; 50 dari mereka berasal dari Hamas dan 12 dari warga biasa,” ujar Bardawil dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi swasta Palestina.

“Saya beritahu Anda, ini adalah angka resmi,” imbuhnya seperti dikutip dari CNN, Kamis (17/5/2018).

Pernyataan Bardawil itu pun menuai komentar dari Israel. Pernyataan Bardawil dianggap telah membenarkan tudingan mereka selama ini jika aksi demonstrasi di pagar yang memisahkan Gaza dengan Israel diarahkan oleh Hamas.

“Pejabat senior Hamas membuat pengakuan langsung tentang siapa yang tewas dala kerusuhan terakhir yang diatur Hamas: 50 dari 62 martir adalah Hamas. Terimalah pengakuan itu. Ini bukan protes damai,” cuit jurubicara Pasukan Pertahanan Israel Jonathan Conricus.

Juru bicara Hamas Abdel Latif Quanau tidak mengkonfirmasi atau menyangkal jumlah korban jiwa terkait dengan Hamas.

“Saya tidak memiliki jumlah tertentu tetapi semua fraksi telah berpartisipasi dalam demonstrasi, dan mereka semua menjadi sasaran,” kata Quanau.

“Protes damai dan mencakup semua faksi politik dan militer. Brigade Qossam, Hamas, Jihad Islam, dan semua faksi, adalah bagian dari rakyat Palestina. Ketika orang-orang memutuskan untuk pindah, semua orang dari semua faksi-faksi yang berbeda bergerak bersama mereka. Dan sama seperti (berbagai faksi) mengejar perlawanan militer, mereka juga mengejar perlawanan damai,” tuturnya.

Namun klaim Hamas itu diragukan oleh Ahmed Abu Artema, yang dikenal luas sebagai orang yang membawa gelombang demonstrasi terbaru.

“Saya pribadi meragukan jumlah itu,” katanya kepada CNN dalam percakapan telepon.

“Ini retorika, saya tidak percaya (al-Bardawil) telah mengkonfirmasi jumlah itu; reporter itu memancingnya dengan pertanyaannya,” imbuhnya.

“Bahkan jika jumlahnya benar, faksi-faksi (politik dan militer) adalah bagian dari masyarakat kita,” tukasnya.

Facebook Comments
To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co