aa nusa2
Cerita HOT

Kurenggut Perawan Kekasihku Saat Rumah Sepi

RepublikHotNews – Lia merupakan yg tergolong imut dan anggun buat gadis seusianya. Entah kenapa, saya ingin sekali bersetubuh dengan Lia, saya ingin menikmati cita rasanya lubang kelamin Lia, yang kubayangkan pastilah masih sangat sempit.

Ahhh.. Nafsuku kian membara karena memikirkan hal itu. Aku mencoba mencari akal, bagaimana caranya supaya keperawanan Lia bisa kudapatkan dan kurasakan. Kutunggu saja waktu tepatnya menggunakan sabar.

Tidak terasa, selesailah film panas yg sedang kami tonton. Suara Lia akhirnya memecahkan keheningan.

Oom, tuh tititnya berdiri lagi. Kata Lia sambil memilih ke arah btg kemaluanku yg memang sedang tegang.

Iya nih Lia, tapi biarin saja deh, gimana menggunakan filmnya? Jawabku santai.Bagus kok Oom, persis seperti apa yang papa dan mama lakukan, & Lia terdapat beberapa pertanyaan buat Oom nih.

Lia tampaknya ingin menanyakan sesuatu.Pertanyaannya apa? Tanyaku.Kenapa sih, kalo olahraga gituan harus masukin titit ke apa tuh, Lia ngga ngerti? Tanya Lia.

Oh itu.., itu namanya titit dimasukkan ke lubang kencing atau dianggap juga lubang memek, niscaya papa Lia juga melakukan hal itu ke mama kan? Jawabku menampakan.Iya sahih Oom, papa niscaya masukin tititnya ke lubang yang terdapat dalam memek mama.

Lia membenarkan jawabanku.Itulah seninya olahraga beginian Lia, mampu dilakukan sendiri, bisa pula dilakukan berdua, olahraga ini spesifik untuk dewasa.

Kataku memberi penerangan ke Lia.Lia telah boleh ngga Oom.. Melakukan olahraga seperti itu? Tanya Lia lagi.

Ouw.. Inilah yang aku tunggu.. Dasar rejeki.. Selalu saja datang sendiri.Boleh sih, menggunakan satu kondisi jangan bilang sama mama dan papa. Jelasku.Terang saja aku membolehkan, sebab itulah yg kuharapkan.

Lia wajib memahami, jika Lia melakukan olahraga beginian akan merasa lelah sekali tetapi pula akan mencicipi enak. Tambahku. Masa sih Oom? Tapi kayaknya ada benarnya jua sih, Lia lihat sendiri mama juga tampaknya merasa lelah akan tetapi jua merasa keenakan, sampai menjerit-jerit lho Oom, malahan kadang seperti mau nangis.

Lia yang polos rupanya sudah mulai tertarik dan tampaknya ingin tahu bagaimana cita rasanya.Emang gitu kok. Ee, mumpung masih siang nich, mama Lia pula masih lama pulangnya, kalo Lia memang ingin olahraga beginian, sekarang saja gimana? Aku sudah tidak sabar ingin melihat pesona kemaluannya Lia, pastilah luar biasa.

Ayolah! Lia mengiyakan.Memang rasa ingin tahu anak gadis seusia Lia sangatlah besar . Ini merupakan hal baru bagi Lia.

Segera saja kusiapkan segala sesuatunya di otakku. Aku ingin Lia mencicipi apa yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Kaos singlet yg menempel pada tubuhku sudah kulepas.

Aku telah telanjang bulat menggunakan batang kejantananku mengacung-ngacung keras dan tegang. Baru pernah seumur hidupku, aku telanjang di hadapan seseorang gadis belia berumur 12 tahun.

Lia hanya tersenyum-senyum memandangi btg kemaluanku yang berdiri menggunakan megahnya. Mungkin lantaran kebiasaan melihat papa dan mamanya telanjang bulat, sebagai akibatnya melihatku telanjang bulat merupakan hal yg tidak aneh lagi bagi Lia.

Kusuruh Lia untuk membuka seluruh pakaiannya. Awalnya Lia protes, tetapi sehabis kuberitahu & kucontohkan kenapa mama Lia telanjang bundar , dan kenapa ceweknya Tarzan jua telanjang bundar , sebab memang sudah begitu seharusnya. Akhirnya Lia mau melepas pakaiannya satu persatu.

Aku melihat Lia melepaskan pakaiannya menggunakan mata tidak berkedip. Pertama sekali, lepaslah sandang sekolah yang dikenakannya, lalu rok biru dilepaskan pula. Sekarang Lia tinggal mengenakan kaos pada dan celana pada saja.

Di pulang kaos dalamnya yang cukup tebal itu, saya telah melihat dua benjolan mini yang mencuat, pastilah puting susunya Lia yg baru tumbuh.

Baru saja aku berpikiran misalnya itu, Lia telah membuka kaos dalamnya itu & misalnya apa yang kubayangkan, puting susu Lia yg masih kuncup, membenjol terlihat dengan kentara pada kedua mataku.

Puting susu itu begitu indahnya. Lain sekali dengan yang biasa kulihat dan kurasakan menurut perempuan malam langgananku, rata-rata puting susu mereka sudah merekah dan matang, sedangkan ini, aku hanya mampu menelan ludah.

Payudara Lia memang belum nampak, karena lantaran faktor usia. Akan tetapi puting susunya sudah mulai menampakkan hasilnya. Membenjol relatif akbar & mencuat menantang buat dinikmati.

Warna puting susu Lia coklat kemerahan, aku melihat puting susu itu menegang tanpa Lia menyadarinya. Lalu Lia melepaskan pula celana dalamnya. Kembali saya dibuatnya sangat bernafsu, kemaluan Lia masih berupa garis lurus, misalnya kebanyakan milik anak-anak gadis yang seringkali kulihat mandi pada sungai.

Vagina yang belum ditumbuhi bulu rambut satu pun, masih gundul. Aku benar-benar-sungguh melihat pemandangan yg menakjubkan ini. Terbengong-bengong saya dibuatnya.

Oom, udah seluruh nih, udah siap nih Oom.Aku tersentak menurut lamunan begitu mendengar Lia berbicara.Oke, kini dimulai yaaa?Kuberi tanda ke Lia agar tiduran pada sofa.

Pertama sekali aku meminta ijin ke Lia buat menciuminya, Lia mengijinkan, rupanya karena sangat ingin atau karena Lia memang telah mulai menuruti nafsunya sendiri, aku kurang memahami. Yang krusial bagiku, aku merasakan liang perawannya & menyetubuhinya siang ini.

Aku ciumi kening, pipi, hidung, bibir dan lehernya. Kupagut menggunakan mesra sekali. Kubuat seromantis mungkin. Lia hanya membisu seribu bahasa, menikmati sekali apa yang kulakukan kepadanya.

Setelah puas saya menciuminya, Lia, boleh ngga Oom netek ke Lia? Tanyaku meminta.Tapi Oom, tetek Lia kan belon sebanyak seperti punya mama. Kata Lia sedikit protes.

Ngga apa-apa kok Lia, tetek segini malahan lebih enak. Kilahku meyakinkan Lia.Ya deh, terserah Oom saja, asalkan ngga sakit aja. Jawab Lia akhirnya memperbolehkan.Dijamin deh ngga sakit, malahan Lia akan merasakan lezat dan nikmat yg tiada tara. Jawabku lagi.

Segera saja kuciumi puting susu Lia yg kiri, Lia merasa geli dan menggelinjang-gelinjang keenakan, aku mencicipi puting susu Lia mulai mengalami penegangan total.

Selanjutnya, aku hisap kedua puting susu tadi bergantian. Lia melenguh menunda geli dan nikmat, saya terus menyusu dengan rakusnya, kusedot sekuat-kuatnya, kutarik-tarik, sedangkan puting susu yang satunya lagi kupelintir-pelintir.Oom, kok enak banget nihhh oohhh enakkk desah Lia keenakan.Lia terus merancau

keenakan, aku sangat bahagia sekali. Setelah sekian usang aku menyusu, aku lepaskan puting susu tersebut. Puting susu itu sudah memerah dan sangat tegangnya. Lia sudah merasa mabuk oleh kenikmatan. Aku bimbing tangannya ke batang kemaluanku.

Lia, kocok dong tititnya Oom Agus. Saya meminta Lia buat mengocok batang kemaluanku.Lia mematuhi apa yang kuminta, mengocok-ngocok dengan nir beraturan.

Aku memakluminya, lantaran Lia masih amatir, sampai akhirnya saya justru merasa sakit sendiri dengan kocokan Lia tadi, maka kuminta Lia untuk menghentikannya.

Selanjutnya, kuminta Lia buat mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, tanpa bertanya Lia eksklusif saja mengangkangkan ke 2 kakinya lebar-lebar, saya terpana sesaat melihat vagina Lia yg merekah.

Tadinya kemaluan itu hanya semacam garis lurus, sekarang pada hadapanku terlihat dengan jelas, buah klitoris kecil Lia yang sebesar kacang kedelai, vaginanya merah tanpa ditumbuhi rambut sedikit pun, dan yang terutama, lubang kemaluan Lia yang masih sangat sempitnya. Jika kuukur, hanya seukuran jari kelingking lubangnya.

Aku lakukan sex dengan mulut, kuciumi & hisap kemaluan Lia menggunakan lembut, Lia kembali melenguh. Lenguhan yg sangat erotis.

Meram melek kulihat mata Lia menahan enaknya hisapanku di kemaluannya. Kusedot klitorisnya. Lia menjerit kecil keenakan, sampai nir berapa usang.Oom, lezat banget sih, Lia bahagia sekali, terussinnn pinta Lia.

Aku meneruskan menghisap-hisap vagina Lia, dan Lia semakin mendesah nir karuan. Aku yakin Lia hampir mencapai zenit orgasme pertamanya selama hayati.Oommm ssshhh Lia mau pipis nich..

Lia merasakan ada sesuatu yg mendesak ingin keluar, seperti ingin kencing.Tahan dikit Lia tahan yaaa sambil aku terus menjilati, & menghisap-hisap kemaluannya.

Udah ngga tahan nich Oommm aahhhTubuh Lia mengejang, tangan Lia berpegangan ke sofa menggunakan erat sekali, kakinya menjepit kepalaku yang masih berada di antara selangkangannya.

Lia ternyata sudah sampai dalam titik puncak orgasme pertamanya. Aku senang sekali, kulihat menurut bibir lubang perawannya merembes keluar cairan relatif poly.

Itulah cairan mani nikmatnya Lia.Oohhh Oom Agus Lia merasa lemes & enak sekali apa sih yang barusan Lia alami, Oom? Tanya Lia antara sadar & nir.

Itulah puncaknya Lia.., Lia telah mencapainya, pingin lagi ngga? Tanyaku.Iya.. Iya.. Pingin Oom jawabnya eksklusif.Aku merasakan jika Lia ingin merasakannya lagi.

Aku tidak langsung mengiyakan, kusuruh Lia istirahat sementara waktu, kuambilkan semacam obat berdasarkan dompetku, obat dopping dan kusuruh Lia buat meminumnya.

Karena sementara waktu lagi, aku akan menembus lubang perwannya yg sempit itu, jadi saya ingin Lia pada keadaan segar bugar.

Tidak berapa lama , Lia kulihat telah pulang fit.Lia tersebut Lia sudah mencapai puncak pertama, dan terdapat satu puncak lagi, Lia ingin mencapainya lagi kan..? Bujukku.

Iya Oom, mau dong Lia mengiyakan sambil manggut-manggut.Ini nanti bukan zenit Lia saja, tetapi juga puncak Oom Agus, ini finalnya Lia kataku lagi menyebutkan.Final? Lia mengernyitkan dahinya lantaran tidak paham maksudku.

Iya, final.., Oom ingin memasukan titit Oom ke lubang memek Lia, Oom jamin Lia akan mencicipi sesuatu yg lebih lezat lagi dibandingkan yg tadi. Akhirnya saya katakan final yg saya maksudkan.

Ooh ya, akan tetapi.. Oom.. Apa titit Oom mampu masuk tuh? Lubang memek Lia kan sempit begini sedangkan tititnya Oom.. Gede banget gitu Lia sembari menunjuk lubang nikmatnya.Pelan-pelan dong, ntar niscaya bisa masuk kok.. Cobain ya..? Pintaku lagi.Iya deh Oom Lia secara otomatis telah mengangkangkan kakinya selebar-lebarnya.

Kuarahkan kepala kemaluanku ke lubang vagina Lia yang masih super sempit tersebut. Begitu menyentuh lubang nikmatnya, aku merasa seperti ada yang menggigit & menyedot kepala kemaluanku, memang sangat sulit buat memasukkannya.

Sebenarnya bisa saja kupaksakan, namun saya nir ingin Lia mencicipi kesakitan. Kutekan sedikit demi sedikit, ketua kemaluanku sanggup masuk, Lia mengaduh & menjerit karena merasa perih.

Aku menyuruhnya menunda. Efek dari obat dopping itu tadi adalah buat sedikit meredam rasa perih, selanjutnya kutekan kuat-kuat.BlusssLia menjerit relatif keras, Ooommm tititnya sudaaahhh masuk kkaahhh?Udah sayang tahan ya kataku sembari mengelus-ngelus rambut Lia.

Aku mundurkan batang kemaluanku. Lantaran sangat sempitnya, ternyata bibir kemaluan Lia ikut menggembung karena tertarik. Kumajukan lagi, lalu mundur lagi perlahan namun pasti.

Beberapa waktu, Lia pun sepertinya sudah merasakan lezat . Setelah cairan mani Lia yg ada pada lubang perawannya semakin membanjir, maka lubang kenikmatan itu telah sedikit merekah.

Aku menggenjot maju mundur menggunakan cepat. Ahhh.. Inikah kemaluan perawan gadis imut. Enak sekali ternyata. Hisapannya memang tiada duanya. Aku merasa keringat telah membasahi tubuhku, kulihat juga keringat Lia pun sudah sedemikian banyaknya.

Sambil kuterus berpacu, puting susu Lia kumainkan, kupelintir-pelintir menggunakan gemas, bibir Lia saya pagut, kumainkan lidahku dengan lidahnya.

Aku mencicipi Lia telah keluar beberapa kali, sebab aku merasa kepala btg kemaluanku seperti tersiram sang cairan hangat beberapa kali berdasarkan pada lubang nirwana Lia. Aku ganti posisi.

Apabila tadi saya yg di atas & Lia yang di bawah, kini berbalik, saya yg pada bawah & Lia yg di atas. Lia seperti kesetanan, bagaikan cowboy menunggang kuda, oh lezat sekali cita rasanya di batang kemaluanku. Naik turun pada dalam lubang nirwana Lia.

Sekian usang saat berlalu, saya merasa zenit orgasmeku telah dekat. Kubalik lagi posisinya, aku di atas dan Lia pada bawah, kupercepat gerakan maju mundurku. Lalu saya peluk erat sekali tubuh kecil dalam dekapanku, kubenamkan seluruh btg kemaluanku.

Aku menegang hebat.Crruttt crrutttCairan maniku keluar banyak sekali pada pada lubang kemaluan Lia, sedangkan Lia sudah mencicipi kelelahan yg amat sangat. Aku cabut btg kemaluanku yg masih tegang dari lubang kemaluan Lia.

Lia kubiarkan terbaring pada sofa. Tanpa terasa, Lia langsung tertidur, saya bersihkan lubang kelaminnya menurut cairan mani yg perlahan merembes keluar, kukenakan pulang seluruh pakaiannya, kemudian kubopong gadis kecilku itu ke kamarnya.

Aku rebahkan tubuh kecil yg terkulai lelah & sedang tertidur pada loka tidurnya sendiri, kemudian kucium keningnya. Terima kasih Lia atas kenikmatannya tadi. Malam pun datang.

Keesokan harinya, Lia mengeluh lantaran masih merasa perih pada vaginanya, untungnya Tante Linda tidak tahu. Hari berlalu terus. Sering kali saya melakukan olahraga senggama menggunakan Lia, tentunya tanpa sepengetahuan Oom Joko dan Tante Linda.

Facebook Comments
To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co