aa nusa2
Nasional

Viral ! Anies – Sandi Beli Tong Sampah Senilai 9,6 Miliar

RepublikHotNews – Pemerintahan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pulang mendapat sorotan. Penyebabnya, pengadaan 2.600 tong sampah pada lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Pengadaan tong sampah itu menerima sorotan warga net dan viral di media sosial karena nilai benda protesis Jerman tadi mencapai Rp 9,6 miliar.

Tak ingin masalah jadi berlarut, Pemprov DKI Jakarta pun langsung mengklarifikasi. Kepala Dinas LH DKI Jakarta Isnawa Adji menyampaikan, harga tong sampah yg dibeli DKI lebih murah berdasarkan pasaran. DKI membeli dengan harga Rp tiga,6 juta buat satu tong.

“Dibandingkan dengan toko online atau misalnya di Ace Hardware, ini malah lebih mahal. Di sana sanggup Rp 4,4 juta buat satuannya dan itu protesis China yang belum bersertifikasi,” ujar Isnawa, Senin 4 Juni 2018.

Isnawa pula mengungkapkan beberapa kelebihan tong sampah Jerman itu. Pertama tong memiliki baku internasional sehingga lebih berkualitas. Selain itu, pengadaan barang tersebut masuk pada e-catalog.

“Itu kan e-catalog ya, berarti LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan barang/jasa Pemerintah) dong. Jadi bukan kami yang ketemu sama penyedia jasanya. LKPP kan sudah mengerti kualitasnya,” ujar Isnawa.

Menurut Isnawa, tong sampah didatangkan sang PT Groen Indonesia, perusahaan yang beranjak pada bidang waste management dan perangkat pendukungnya.

“Ini bukan perusahaan abal-abal, memang dia berkiprah di bidang itu,” kata dia.

Menurutnya, Dinas LH telah membeli tong sampah itu sejak 2016, meski nir selalu berdasarkan Jerman. Pada 2016, Dinas LH membeli 296. Kemudian membeli lagi 1.500 unit pada 2017, sedangkan dalam 2018, Dinas LH membeli lagi 2.600 unit.

Pada 2018, Dinas LH akan tetap melakukan pengadaan loka sampah baku internasional tersebut.

“Masih butuh tiga.800 lagi, tahun depan kami cicil,” pungkasnya.

Dengan adanya peralatan yg lebih modern, ucap Isnawa, Pemprov ingin melakukan modernisasi pengelolaan sampah. Sebab, selama ini proses pengumpulan sampah dari rumah ke rumah menuju TPST Bantargebang masih tradisional, yakni hanya dengan gerobak. Dengan adanya tong tersebut, maka proses tadi akan lebih efisien.

“Coba saja hitung berapa kali sampah itu naik turun buat bongkar muat,” imbuhnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut angkat bicara tentang pengadaan tong sampah buatan Jerman dengan aturan mencapai Rp 9,6 miliar. Anies pun menceritakan dari mula pembelian tong seharga Rp 3,6 juta itu. Menurut dia, pengadaan loka sampah itu sudah semenjak 2015 kemudian.

“DKI menganggarkan pada 2015 buat 2016 pembelian truk sampah. Istilahnya truck compactor. Kemudian di 2016 dianggarkan buat pembelian loka sampahnya yg compatible menggunakan truck compactor itu,” kata Anies pada Polda Metro Jaya, Selasa (lima/6/2018).

Menurut Anies Baswedan, tong sampah itu buat menunjang truk sampah DKI yg telah lebih terkini.

“Jadi, awalnya merupakan truknya dulu. Sesudah truk lalu tempat sampahnya & loka sampahnya diadakan pada 2017. Nah, pemilihannya mengikuti barang yang tersedia pada LKPP. Jadi barang itu bukan bisa melalui tender, akan tetapi melalui pembelian lewat e-katalog,” istilah Anies.

Menurut Anies, tong sampah dan truck compactor memiliki keistimewaan, yakni truk bisa mengolah sampah & tong dapat membawa sampah hingga ke depan truk, sebagai akibatnya lebih efisien.

“Truknya compactor, artinya barang (sampah) dimasukkan dan di-press pada situ, sebagai akibatnya waktu menggunakan indera ini, maka petugas akan membawa ke depan truknya, kemudian diangkat masuk ke pada truk kemudian dipadatkan, jadi itu yg menjadi unik di sini,” istilah Anies Baswedan.

Mantan Mendikbud itu berkata, Jakarta bukan satu-satunya kota yang memakai tong sampah itu. Sebab, Surabaya dan kota lain sudah lebih dahulu menggunakannya.

“Surabaya sudah memakai semenjak 2013, kemudian daerah lain yg menggunakan terdapat, Probolinggo, Bandung, Medan, Palembang, Malang, ini banyak daftarnya,” Anies menandaskan.

Tong sampah bukan satunya-satunya program Anies-Sandi yang disorot pekan ini. Kasus lain, pohon palsu di sepanjang Jalan MH Thamrin sampai Medan Merdeka menerima sorotan publik. Proyek pohon palsu tersebut disebut-sebut menghabiskan anggaran Rp 8,52 miliar.

Tak ingin merembet, Anies Baswedan pun langsung angkat suara. Menurut Anies, pohon itu adalah barang usang yg disimpan sang jajarannya.

“Itu kan barang dari gudang. Katanya menurut gudang, akan tetapi belum bisa laporan resmi. Tapi secara lisan saya dengar itu berdasarkan gudang & kini dikembalikan lagi ke gudang,” ujar Anies Baswedan pada Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Jumat 1 Juni 2018.

Menurut Anies, pengadaan pohon-pohon tersebut sudah ada sejak tahun kemudian. Saat ditanya saat tepatnya, Anies menyatakan akan memeriksanya terlebih dahulu.

“Nanti saya cek dulu, saya enggak mau berspekulasi. Sesudah lengkap nanti aku sampaikan, lantaran ini bukan sekadar buat ramai-ramai pada sosmed, kita ini menjalankan pemerintahan. Jadi kita tata,” tegas dia.

Saat disinggung soal dugaan pihak DKI menggelontorkan dana hingga Rp 8 miliar untuk pengadaan barang tadi, Anies menampiknya.

“Kalau barangnya telah dari tahun kemudian, masa (Rp 8 miliar),” kata Anies.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan, pihaknya telah menyetop pemasangan lampu hias berupa pohon imitasi di sepanjang Jalan Thamrin & Merdeka Barat. Dia mengungkapkan, pemasangan murni inisiatif menurut Sudin Perindustrian & Energi Jakarta Pusat.

Sandiaga mengaku sangat mengapresiasi adanya inisiatif, meski nir tahu adanya lampu berbentuk pohon imitasi tadi. Tetapi, istilah dia, alangkah lebih baik apabila disosialisasikan terlebih dahulu.

“Inisiatif itu sangat didorong pada suatu manajemen. Tapi sayangnya inisiatif ini nir didiskusikan, nir disosialisasikan dengan baik. Saya & Pak Gubernur tidak pun disosialisasikan,” ujar Sandiaga usai upacara Hari Lahir Pancasila pada Monas, Jakarta Pusat, Jumat 1 Juni 2018.

Oleh karena itu, Sandiaga berterima kasih atas partisipasi berdasarkan rakyat warga melalui media umum yang aktif menaruh masukan kepada Pemprov DKI Jakarta.

“Begitu kami berterima kasih dari warganet, jua menurut rakyat memberikan masukan kepada kita, kita langsung setop. Dan kita eksklusif hentikan dan kembalikan misalnya sedia kala,” papar dia.

Ia pun meminta pada Kepala Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat supaya sebelum melakukan kebijakan bisa menyosialisasikannya terlebih dahulu.

Facebook Comments
To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co